KLHK Repatriasi 91 Ekor Satwa Langka Dari Filipina

Bitungnews, Bitung – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan repatriasi 91 ekor satwa langka dari Negara Filipina. Satwa endemis Indonesia berbagai jenis tersebut, berangkat dari Davao City Filipina dengan menumpang kapal laut, KM Gloria 28, dan tiba di Pelabuhan Samudera Bitung, Sulut pada Kamis, 30/7/2020.

Satwa endemis Indonesia yang akan dikembalikan ke habitat aslinya, yakni: 2 ekor biawak Maluku, 3 ekor Bengkarung, 2 ekor walabi, 3 ekor Kasuari, 4 ekor Julang Papua, 1 ekor Pergam, 10 ekor Kakatua Raja, 39 ekor Kakatua Koki, dan 28 ekor burung jenis paruh bengkok lainnya,

” Pemulangan satwa endemis Indonesia dari Filipina melalui proses panjang, karena antar negara, sehingga kami harus bersinergi dengan Kemenlu, yakni Konsulat Jenderal RI Davao dan Pemerintah Filipina, untuk mengembalikan satwa langka ke habitat asli di berbagai daerah di Indonesia,” kata Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani.

Indonesia dan Filipina telah meratifikasi CITES (Convention on International Trade in Endangered of Wild Fauna and Flora ). Satwa langka tersebut didapatkan secara illegal, melalui jalur laut dan dipelihara oleh warga negara Filipina, hingga harus dikembalikan ke habitat aslinya.

” Sesuai Konvensi CITES, Jika ada satwa atau tumbuhan langka asli Filipina yang dipelihara oleh warga negara Indonesia, kami juga harus mengembalikannya ke negara asal begitupun sebaliknya,” tambah Sani.

Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani, menegaskan saat ini masih ada sekitar 400 satwa langka di Filipina. Negara Filipina menjadi jalan utama penyelundupan satwa langka endemis Indonesia bagian timur. KLHK akan mengejar pelaku penyelundupan satwa langka, karena dalam jangka panjang akan merusak keseimbangan ekosistem di habitatnya.

” Penyelundupan satwa langka mengancam kerusakan ekosistem di habitat aslinya. Burung, mamalia dan reptil tersebut bermanfaat menyebarkan dan menyuburkan berbagai jenis tumbuhan melalui pola makan dan feses,” tambah Ridho.

Dokumen 91 ekor satwa langka tersebut secara simbolis diserahkan Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani kepada Walikota Bitung, Max Lomban. Dari Walikota Bitung dokumen tersebut diserahkan kepada Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulutgo, Noel Layuk Allo.

Sebelum dilepasliarkan ke habitat asli, Satwa langka akan beradaptasi di lokasi Pusat Penyelamatan Satwa Liar, Tasikoki Bitung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.