Yuddy Chrisnandi: Aparatur Negara Jangan Abaikan Laporan Kasus Perkosaan Anak

Menpan-RB Yuddy Chrisnandi, mengusap kepala korban kejahatan seksual V di RSUD Bitung.
Menpan-RB Yuddy Chrisnandi, mengusap kepala korban kejahatan seksual V di RSUD Bitung.

Bitungnews – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara – Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, mengunjungi korban perkosaan, V, bocah berusia 12 tahun di RSUD manembo-nembo Kota Bitung, pada Kamis, 12/5/2016. Menurut Yuddy Chrisnandi, aparatur negara harus responsif terhadap laporan kasus perkosaan dengan korban anak.

” Kedatangan saya sebagai bentuk kehadiran negara, saat ada rakyat tertindas dan membutuhkan perlindungan negara. Saya mendapatkan informasi kasus ini dari laporan masyarakat, bukan dari aparat,” sesal Chrisnandi.

Menurut salah satu Menteri dari Partai Hanura ini, kasus perkosaan terhadap anak di bawah umur sebagai extra ordinary crime (kejahatan luar biasa). Sehingga para pelaku harus dihukum maksimal. ” Aparatur negara disini Polisi maupun pemerintah daerah hingga pusat, harus bahu-membahu, harus segera mengungkap kasus dan segera membawa para pelaku ke Pengadilan, karena telah menjadi prioritas Kabinet Kerja Presiden Jokowi,” tambahnya.

Korban perkosaan V, tertidur saat Yuddy Chrisnandi datang, sehingga  berbincang dengan orang tua korban, didampingi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven kandou dan Walikota Bitung, Max Lomban. Yuddy Chrisnandi meminta pihak Rumah Sakit memberikan pelayanan optimal kepada korban perkosaan, dan digratiskan atau ditanggung negara.

Kunjungan Men Pan-RB berlanjut ke Polres Bitung dan Polsek Maesa, untuk melihat secara langsung penanganan kasus perkosaan anak tersebut. Di Polsek Maesa Menteri Yuddy Chrisnandi berbincang dengan salah seorang tersangka yang telah tertangkap I-M. “Polisi harus segera menangkap tersangka utama J-M, yang kini dinyatakan buron,” kata Chrisnandi.

Korban perkosaan V, dinyatakan hilang oleh keluarganya di Kabupaten Minahasa Selatan, pada 21 April silam. Korban V ditemukan keluarga telah menjadi korban kejahatan seksual pada Sabtu 7/5/2016. Dari pengakuan korban, para tersangka memaksanya minum minuman keras dan menyekapnya dengan sapu tangan, hingga pingsan.

Bocah V, kini dalam kondisi trauma psikis akibat kejadian tersebut. Saat malam dia susah tidur, sehingga saat Menteri Yuddy Chrisnandi menjenguknya, dalam kondisi tertidur pulas.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s