80 % Buruh Pengalengan Ikan Dirumahkan

Ketua APIKI Sulawesi Utara, Basmi Said,  melihat kualitas ikan import dari Korea Selatan
Ketua APIKI Sulawesi Utara, Basmi Said, melihat kualitas ikan import dari Korea Selatan
Bitungnews – Sekitar 80 % dari pekerja pabrik pengalengan ikan di kota Bitung Sulawesi Utara, hal ini sebagai imbas kurang pasokan sejumlah UPI di kota tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (APIKI) Provinsi Sulawesi Utara, Basmi Said, kepada sejumlah wartawan, pada Jumat, 12/2/2016.

” Dari 6600 pekerja di pabrik pengalengan ikan, sudah 5300 orang yang dirumahkan, ini data riil kami dari 7 unit pengalengan ikan yang ada di Kota Bitung,” papar Basmi Said.

Industri Pengalengan ikan di kota Bitung terpukul akibat kebijakan larangan transhipment atau alih muatan, dari kapal penangkap ikan ke Kapal penampung. Karena sebagian besar kapal penangkap ikan tidak memiliki palka penyimpanan ikan.

” Yang kami permasalahkan bukan moratorium kapal ikan eks-asing, namun larangan transhipment yang membunuh kami secara pelan-pelan, dan yang terutama membunuh nelayan,” tambah Said.

Dari data APIKI, kapasitas produksi terpasang dari 7 unit pengalengan ikan sebesar 650 Ton per hari, saat ini hanya mengolah kurang dari 100 ton/ per hari, atau hanya sekitar 20 % dari kapasitas terpasang. Permaslahan tersebut sudah berkali-kali disampaikan kepada para petinggi di Kementerian Kelautan dan Perikanan, namun sayangnya hanya disuruh bersabar, entah sampai kapan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s