Keegan Kojoh: Menteri Susi Harus Ikut Pikirkan Ribuan Korban PHK, Akibat Kebijakan Moratorium

Anggota DPRD Partai Nasdem, Keegan Kojoh (kaos kuning), di atas kapal nelayan tradisional
Anggota DPRD Partai Nasdem, Keegan Kojoh (kaos kuning), di atas kapal nelayan tradisional
Bitungnews – Legislator Partai Nasional Demokrat, Keegan Kojoh, meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, di bawah Menteri Susi Pujiastuti ikut memikirkan nasib 14 ribu orang ABK dan karyawan perusahaan pengolahan ikan, yang kini kehilangan pekerjaan, menyusul kebijakan moratorium transhipment dan operasi kapal ikan eks-asing, pada Nopember 2014.

” Dari data yang kami dapatkan, kini sekitar 2000 orang ABK eks-asing, di Kota Bitung, sudah menganggur sejak kebijakan moratorium diberlakukan,” kata Kojoh.

” Sedangkan jumlah karyawan unit pengolahan ikan yang dirumahkan mencapai angka 12.000 orang. Sejumlah perusahaan terpaksa merumahkan mereka, akibat kekurangan pasokan bahan baku,” tambahnya.

Keegan Kojoh yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem tersebut, mengaku sangat setuju kebijakan moratorium Menteri Susi mengusir kapal asing dan eks asing. Karena kasus illegal fishing yang mencakup unregulated dan unreported fishing, merugikan bangsa Indonesia.

” Kenyataannya kapal lokal pun saat ini kena imbasnya, beberapa pengusaha lokal mengeluh kepada saya, perijinan di KKP kini lebih rumit, dan terkesan dipersulit, padahal seharusnya untuk kapal lokal harus diberi kemudahan, bahkan insentif agar industri perikanan di Kota Bitung hidup, ” paparnya.

Menurut Keegan Kojoh, yang pernah bekerja sebagai Nahkoda Kapal Ikan, menegaskan kebijakan moratorium perikanan sangat merugikan Indonesia, lebih khusus Kota Bitung. Karena ikan-ikan seperti Cakalang dan Tuna memiliki jalur migrasi tetap, jika nelayan Indonesia tidak menangkap ikan, maka ikan-ikan tersebut akan ditangkap nelayan Filipina dan Thailand.

“Siapa bilang industri perikanan Filipina dan Thailand Kolaps, justru merekalah yang kini memanen ikan-ikan kita. Saya pernah menangkap ikan Cakalang di Pulau Okinawa, Jepang dan kita pasang pin, lalu kita lepas. Ikan tersebut kembali kita tangkap di Laut Maluku tepatnya di sekitar Pulau Batang Dua,” ungkapnya.

Keegan Kojoh meminta Menteri KP, Susi Pujiastuti, untuk segera mengkaji ulang kebijakan moratorium perikanan. Dan yang lebih penting lagi benar-benar memajukan perikanan, dengan memperkuat daya saing nelayan tradisional, dengan insentif-insentif dan kemudahan perijinan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s