Redam Protes Pembakaran Reog, Grup Reog Polisi Akan Tampil di Davao

Analisis Budayawan Agung Begawan Prabu: 1. Tidak ada rayap atau keropos. 2. Seorang Wanita berdoa dalam agama tertentu, pembakaran sama sekali tidak ada kaitan dengan upaya pengusiran berhala atau makhluk halus, adalah BOHONG. 3. Seorang Wanita mendukung doa no.2 4. Mengiringi pujian/ doa dalam rangka pemusnahan benda yang tak diperkenan di mata Tuhan. (source: change.org)
Analisis Budayawan Agung Begawan Prabu:
1. Tidak ada rayap atau keropos.
2. Seorang Wanita berdoa dalam agama tertentu, pembakaran sama sekali tidak ada kaitan dengan upaya pengusiran berhala atau makhluk halus, adalah BOHONG.
3. Seorang Wanita mendukung doa no.2
4. Mengiringi pujian/ doa dalam rangka pemusnahan benda yang tak diperkenan di mata Tuhan. (source: change.org)
Bitungnews – Gelombang protes atas kasus pembakaran Reog Ponorogo dan hiasan gamelan naga di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao, Filipina, terjadi di dalam negeri dan luar negeri.

Komunitas Reog Ponorogo (KRP) se-Jabodetabek, menggelar aksi protes di depan Kantor Kementerian Luar Negeri. Demikian juga di Ponorogo, daerah asal dari budaya dan kesenian eksotis tersebut.Ratusan orang seniman Reog Ponorogo menggelar pertunjukan Reog di Alun-Alun Kabupaten Ponorogo, serta dilanjutkan ke kantor DPRD setempat.

Di Luar Negeri, terutama di Davao City, Filipina Selatan, WNI yang menetap di negeri ‘Packman’ tersebut, menggalang petisi mendesak Kementerian Luar Negeri, untuk menindak pelaku pembakaran aset KJRI (LP) di House of Indonesia (HOI). Karena hingga kini tim “fact finding” kasus pembakaran reog dan Kementerian Luar Negeri belum membeberkan hasil investigasi.

” Kami tidak tahu kedatangan Tim pencari fakta dari Kementerian Luar Negeri di Davao, tapi kabarnya pada 10 nopember lalu, anehnya tak satupun WNI yang didatangi oleh tim tersebut,” kata seorang WNI di Davao.

Juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir,seperti dikutip dari merdeka.com, pemeriksaan terhadap KJRI Davao menyangkut kepemilikan alat-alat yang dibakar. Sebagai inventaris yang sumbernya APBN, titipan, hibah atau milik pribadi. Kementerian Luar Negeri juga tidak menjamin hasil pemeriksaan akan dipublikasikan.

KJRI Davao sebelumnya membantah pembakaran reog dan ornamen gamelan kepala naga, bukan karena ritual agama tertentu untuk mengusir setan. Namun karena Reog dan kepala naga telah dimakan rayap.

Budayawan Magelang, T. Agung Nugroho yang lebih dikenal dengan Agung Begawan Prabu, mempelopori petisi di situs change.org, untuk save reog, stop pembodohan publik. Petisi tersebut ditujukan kepada Menteri Luar Negeri, Presiden RI, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta KJRI Davao. Hinggga hari ini, Rabu 2/12/2015, petisi telah ditandangani 1326 pendukung.

Meredam aksi protes WNI di Filipina dan di Dalam Negeri, kabarnya KJRI Davao akan menggelar pertunjukan reog, pada 10 Desember 2015. Grup Reog dari Polres Ponorogo akan dipilih untuk tampil di Davao, Filipina.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s