Kesaksian WNI di Davao: Reog dan Naga Dalam Kondisi Terawat

Kondisi Dadak Merak Reog Ponorogo 3 hari sebelum pembakaran.
Kondisi Dadak Merak Reog Ponorogo 3 hari sebelum pembakaran.

Bitungnews – Aksi pembakaran salah satu aset budaya di House of Indonesia, KJRI Davao, Philipina, mendapat kecaman WNI di luar negeri maupun yang berada di tanah air. Pembakaran Dadak Merak Reog Ponorogo dan Hiasan Naga Gamelan, dilakukan oleh sejumlah pejabat di KJRI dengan rohaniwan, karena dianggap ada setan dan berhala, pada Selasa 20/10/2015.

Kepada bitungnews.com, seorang WNI di Philipina mengirim foto kondisi Reog, tiga hari sebelum aksi pembakaran (17/10/2015). Warga yang kangen dengan suasana tanah air berkunjung ke House of Indonesia, di kompleks KJRI Davao City.

” Saya yakin Reog dan Hiasan Naga pada tiang gamelan Gong, dalam kondisi terawat, tidak ada tanda-tanda rayap dan kerusakan,” kata sumber tersebut.

” WNI di Davao saat ini dalam tekanan, pihak KJRI (pelaku pembakaran) memanggil satu-persatu WNI yang diduga mengirimkan foto ke bitungnews.com, hubungan kami dengan KJRI tidak equal, tetapi patron-client, kami ini client mereka(KJRI) patron,” tambahnya.

Dilansir dari SURYAMALANG.COM, Wakil Ketua Komunitas Reog di DKI Jakarta, S Nojeng, mengutuk aksi pembakaran tersebut. Rencananya mereka hari ini, Senin 2/11/2015, akan mendatangi Kantor Kemenlu di Jakarta.

WNI di Davao City meminta Kementerian Luar Negeri untuk melakukan investigasi, dengan menurunkan tim fact finding. Pernyataan Kemenlu di media massa hanya berdasarkan press release yang dikeluarkan oleh KJRI Davao, tanpa ditandatangani pejabat berwenang (gambar press release di bawah). Sesuai Press Release tersebut pembakaran disebabkan Reog dan Hiasan Naga dalam kondisi dimakan rayap dan rusak.

Press Release KJRI Davao
Press Release KJRI Davao

One comment

  1. Soal Pembakaran Reyog di KJRI Davao, Kementerian Luar Negeri Bentuk Tim
     
    Sejumlah anggota Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) mendatangi kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk meminta informasi dan klarifikasi terkait pembakaran reyog di KJRI Davao, Philipina. KJRI Davao sendiri menyebut reyog yang dibakar itu sudah rusak dan dimakan rayap.
    18 orang perwakilan KRP berkumpul di depan kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2015). Mereka membawa 2 dadak merak, barong, dan gayor bergambar ular naga, spanduk bertuliskan “Tindak Tegas Pembakaran Reyog di KJRI Davao Philipina” dan surat terbuka untuk Menteri Luar Negeri Retno LPMarsudi.
     Kedatangan mereka terkait adanya pembakaran reog yang terjadi di KJRI Davao pada 20 Oktober lalu. Mereka juga menempel gambar yang memperlihatkan pembakaran reyog tersebut.
    “Kedatangan kami untuk meminta secara resmi Kementerian Luar Negeri yang menjadi “atasan” KJRI Davao – Philipina untuk menyampaikan informasi dan klarifikasi secara jujur dan transparan terhadap pembakaran property Reyog Ponorogo, “ kata Ketua KRP, Suyatno kepada wartawan. 
    Suyatno antara lain didampingi oleh Wakil Ketua KRP Suparno Nojeng, Sekretaris KRP M Syaiful Jihad, Bendahara KRP Agus Susanto, pimpinan grup reyog Singo Wiro Yudho, Eko Prasetyo dan seniman reyog yang pernah tampil di Davao Philipina pada tahun 2005, Suyono Gendon.
     
    Setelah menunggu beberapa lama, 6 orang perwakilan KRP diterima Siti Sofia Sudarma, Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri pukul 10.20 WIB. Selama 30 menit mereka melakukan pertemuan dan hasilnya pihak Kemlu berjanji akan mencari informasi terkait peristiwa tersebut dengan membentuk tim ke KJRI Davao dalam waktu dekat.
     
    “Tim tersebut akan mengklarifikasi lebih lanjut  kejadian tersebut dan hasilnya nanti akan kami sampaikan kepada KRP,” ucap Sofia.
     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s