Ancaman Pilkada “The Clash of Civilizations “

Lambang Peradaban Dunia, sesuai Paradigma The Clash of Civilizations
Lambang Peradaban Dunia, sesuai Paradigma The Clash of Civilizations

Tidak terasa Pemilukada tinggal 38 hari lagi. Lebih dari 2 bulan (kecuali no: 7) , para Calon Walikota dan Wakil Walikota mengobral janji (mudah-mudahan ditepati).   Berbagai macam cara dipergunakan pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota dan Timses, untuk meraih suara terbanyak.

Tanpa disadari  Etnisitas (Minahasa, Sangir, Gorontalo, Bugis, Jawa, Tionghoa, dll) dan Peradaban (Civilizations: Kristen, Katholik, Islam, Budha, Hindu, Kong Hu Cu), rupanya telah menjadi komoditas, untuk meraih suara terbanyak.

Diplomat sekaligus mantan Menteri Luar Negeri  Amerika Serikat, Henry Kissinger pernah mengatakan,  “politik lokal adalah politik etnisitas.”

Untuk Kota Bitung, teori Kissinger patut digabungkan  dengan teori Samuel Huntington, tentang “The Clash Of Civilizations” atau benturan peradaban . Huntington, memetakan tata dunia baru dengan benturan peradaban, pasca perang Dingin.

Penggabungan dua paradigma tersebut perlu dilakukan, karena ancaman-ancaman yang akan terjadi, jika para Calon Walikota-Wakil Walikota masih menggunakan isu etnisitas dan peradaban, untuk meraih simpati masyarakat. jargon ‘torang samua basudara’ (kita semua bersaudara) atau Bhineka Tunggal Ika, akan terkikis dengan pemetaan yang dilakukan oleh para kandidat. Secara tidak langsung, para kandidat Walikota dan Wakil Walikota melakukan pembenaran terhadap paradigma The Clash of Civilizations.

Ancaman

Kepentingan politik sesaat para Kandidat, yakni Pemilukada jangan sampai meluluhlantakkan tatanan pluralisme yang telah terjaga di Kota Bitung. Bukan rahasia lagi, kota kecil di Sulawesi Utara, menjadi rebutan aktor-aktor elit politik di Jakarta, pasca penetapannya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, dengan dana ratusan Triliun akan dicurahkan ke daerah tersebut.

Isu Etnisitas dan Peradaban yang ditebar Calon Walikota-Wakil Walikota ibarat menebar bibit-bibit konflik horisontal antar pendukung, dan jika hal ini juga dilakukan para kandidat di daerah-daerah lain akan memicu disintegrasi bangsa. Gelombang konflik horisontal antar pendukung dengan label etnis dan peradaban akan menjadi tsunami, pada saat terjadi ketidakpuasan para kandidat dan pendukungnya terhadap hasil Pilkada.

Bitungnews.com berharap para Kandidat benar-benar dapat mengambil jalan terbaik untuk meraih simpati masyarakat. Bibit-bibit perpecahan yang ditebarkan oleh para Kandidat, harus dapat diantisipasi oleh aparat keamanan, karena membuka pintu konflik horisontal yang akan bermuara pada disintegrasi bangsa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s