Netizen di Davao Heboh Dengan Foto Kondisi Reog Sebelum dan Sesudah Dibakar

Foto kondisi dadak merak dan hiasan naga di gamelan sebelum dan sesudah dibakar (Maria Tataes)
Foto kondisi dadak merak dan hiasan naga di gamelan sebelum dan sesudah dibakar (Maria Tataes)

Bitungnews – Netizen di Davao City, Philipina, heboh dengan gambar-gambar yang diunggah ke dunia maya, kondisi Dadak Merak dan Hiasan Naga gamelan, sebelum dan sesudah dibakar.

Netizen bernama Maria Tataes, mengunggah gambar tersebut pada 25 Oktober, sedangkan kejadian aksi pembakaran pada Selasa 20 Oktober 2015.

“Inilah perbuatan orang-orang yang percaya setan, padahal ini budaya seni yang harus kita banggakan karena kita berada di luar negeri….sangat disayangkan,” ungkap Tataes di akun facebooknya.

Foto dan ungkapan Maria Tataes mendapat 52 komentar, yang semuanya mengecam tindakan sejumlah diplomat di KJRI Davao.

Direktorat Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri menyatakan kepada bitungnews.com, masih memeriksa penyebab pembakaran tersebut. Sanksi yang diberikan akan disesuaikan dengan hasil investigasi.

2 comments

  1. Soal Pembakaran Reyog di KJRI Davao, Kementerian Luar Negeri Bentuk Tim
     
    Sejumlah anggota Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) mendatangi kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk meminta informasi dan klarifikasi terkait pembakaran reyog di KJRI Davao, Philipina. KJRI Davao sendiri menyebut reyog yang dibakar itu sudah rusak dan dimakan rayap.
    18 orang perwakilan KRP berkumpul di depan kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2015). Mereka membawa 2 dadak merak, barong, dan gayor bergambar ular naga, spanduk bertuliskan “Tindak Tegas Pembakaran Reyog di KJRI Davao Philipina” dan surat terbuka untuk Menteri Luar Negeri Retno LPMarsudi.
     Kedatangan mereka terkait adanya pembakaran reog yang terjadi di KJRI Davao pada 20 Oktober lalu. Mereka juga menempel gambar yang memperlihatkan pembakaran reyog tersebut.
    “Kedatangan kami untuk meminta secara resmi Kementerian Luar Negeri yang menjadi “atasan” KJRI Davao – Philipina untuk menyampaikan informasi dan klarifikasi secara jujur dan transparan terhadap pembakaran property Reyog Ponorogo, “ kata Ketua KRP, Suyatno kepada wartawan. 
    Suyatno antara lain didampingi oleh Wakil Ketua KRP Suparno Nojeng, Sekretaris KRP M Syaiful Jihad, Bendahara KRP Agus Susanto, pimpinan grup reyog Singo Wiro Yudho, Eko Prasetyo dan seniman reyog yang pernah tampil di Davao Philipina pada tahun 2005, Suyono Gendon.
     
    Setelah menunggu beberapa lama, 6 orang perwakilan KRP diterima Siti Sofia Sudarma, Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri pukul 10.20 WIB. Selama 30 menit mereka melakukan pertemuan dan hasilnya pihak Kemlu berjanji akan mencari informasi terkait peristiwa tersebut dengan membentuk tim ke KJRI Davao dalam waktu dekat.
     
    “Tim tersebut akan mengklarifikasi lebih lanjut  kejadian tersebut dan hasilnya nanti akan kami sampaikan kepada KRP,” ucap Sofia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s