Dianggap Berhala, Reog dan Hiasan Naga Gamelan di KJRI Davao Dibakar

 

Reog dan Hiasan gamelan dibakar di KJRI Davao pada 20 Oktober 2015
Reog dan Hiasan gamelan dibakar di KJRI Davao pada 20 Oktober 2015

Bitungnews – Budaya Reog Ponorogo, merupakan salah satu budaya warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Jenis kesenian yang satu ini, bahkan sudah tujuh kali negara Jiran, Malaysia, klaim sebagai budaya mereka. Bangsa Indonesia selalu reaktif, melakukan protes atas klaim tersebut.

Kejadian di Konsulat Jenderal RI di Davao, Philipina bertolak belakang, jika Malaysia mengklaim seni budaya bangsa, sejumlah oknum di KJRI justru membakar Barong Reog Ponorogo, beserta hiasan gamelan. Informasi yang dihimpun bitungnews.com, pembakaran dilakukan pada hari Selasa, 20 Oktober 2015.

Alasan pembakaran Barong Reog Ponorogo, dan hiasan naga pada gamelan, karena ada setan dan merupakan berhala. Sayangnya Acting KJRI Loegeng Priyohanisetyo, tak menghalangi aksi pembakaran tersebut.

Justru Acting KJRI Davao ย memanggil satpam yang bernama Santander untuk menyirami gas di atas reog dan 2 ular naga gamelan, satpam begitu heran dan terkejut katanya dalam bahasa Tagalog Bisaya:

” Hadluk kaayu ko, sayang kaayu ang dragon gwapo kaayu unya sunugon, kasayang sa reog pero gisugo man ko (saya ketakutan sekali sayang sekali ularnaga itu bagus sekali terus mau dibakar, reognya sayang sekali tapi bagaimana lagi saya disuruh),” kata Santander.

” Saat pembakaran Barong Reog dan hiasan naga gamelan, yang merupakan inventaris museum budaya KJRI, tidak satupun staf KJRI lain yang tahu, ” kata sumber bitungnews.com.

“Setelah kejadian ini, para pelaku dihujat oleh sebagian besar WNI yang berada di Davao, namun para pelaku merasa tetap tidak bersalah karena menurut mereka apa yang mereka kerjakan adalah benar dimata Tuhan, ” tambah sumber tersebut.

Warga Negara Indonesia yang berada di Davao, menyatakan Acting KJRI Davao dinyatakan persona non grata, dan meminta pemerintah RI untuk menarik oknum-oknum yang terlibat aksi pembakaran budaya warisan bangsa.

Bitungnews.com mencoba hubungi Pelayanan Media dan Informasi, Kementerian Luar Negeri di 021 3813453, namun hingga berita ini diturunkan tidak diangkat. Dan pesan elektronik ke infomed@kemlu.go.id juga belum mendapat jawaban.

83 comments

  1. Hanya butuh penjelasan secara rinci,karna pasti pemahaman para pelaku pembakaran tersebut tidak tau apa itu kebudayan dan apa itu agama.

  2. Kalau memang benar itu kesalahan yang fatal peg away indonesia di Philippine, harus ada resikonya bagi oknum2 yang bertanggung jawab dari atas sampai kebawah, kebodohan itu memang selamanya, Jadi harus sekolah ntuk dapat memarginalkan kebodohan.

      • Betul, emang menjijikan orang kaya begitu… Jika agama hanya mengacaukan negara dan merusak kebudayaan negara, mending ga usah ada agama sekalian. Allah ga butuh disembah melalui agama. Beragama tapi mengacau sich buat apa?

    • Makannya otak lo jgn cuma disii ketololan dan kepicikan bung chandra..kodok dalam tempurung..sukanya menghina2 dan tendensius..jalan ke luar negri..kerja diluar..sekolah dilaur yg lama bertahun2 biar tau..

      • @Antiorg goblok
        Ironis sekali ketika kamu menyudutkan orang yang kamu anggap suka menghina dengan cara mengeluarkan kata hinaan (tolol), dan menyudutkan orang lain yang kamu anggap picik dengan pikiran picik (mengira saya belum pernah ke LN).๐Ÿ˜€

        Saya pikir yang saya lakukan wajar kok, perkiraan kan lahir dari kejadian yang berulang, dan kenyataannya di Indonesia (di Indonesia ya) selama ini yang pbobia sama hal2 beginian ya kalangan muslim saja.

  3. Orang orang seperti itu, tak layak mewakili kehormatan bangsa kita di mata dunia. Mereka malah menghina bangsanya sendiri, mau jadi apa mereka, jika budaya yg merupakan akar bangsa ini mereka nistakan. Kalau tak cinta negeri dan budaya sendiri, sbaiknya lepas saja kewarga negaraan.

  4. Yg bakar, justru kesurupan setan agama sendiri. Real Stupid and so Ignorant. Tuhan aja ketawa ngakak melihat gaya dan gerak tangan menengking patung kayu. Hahahaha..Ada ada saja manusia…..

    • Monggo mas dibuatkan petisi saja untuk save aset warisan leluhur. Memalukan sekali melihat kelakuan anak bangsa yg berfikiran sempit,

  5. reog bukan untuk disembah ,, reog bukan berhala , reog adalah warisn budaya bagsa indonesia ,, hanya orang goblok yg mengangap reog adalah berhala . saya rasa oknum” tersebut sudah tidak memiliki rasa nasionalisme dan cinta tanah air so tarik saja dan berhentikan orang semacam itu.

  6. ,,,,bakaar hancurkan hutan sampai gundul lalu uruk dng aL fasir lalu datang aL unta jadilah padang pasir aL inanasuha (indonesia)lalu dirikan batu hitam yg besar cium tiap hari,,,! diantara kamu tidak menjalankan ini adalah Laknatuloh,,,!apa yg kamu takutkan…!

  7. Jika memang benar semacam itu, sungguh sangat disayangkan Indobesia punya Deplomat Guuuuuuoblog kayak gitu, bgmn Kemenlu mempersiapkan personalianya.. bgmn persiapan pembekalan pada mereka… sungguh memalukan….๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž

  8. aku asli putu warok ponorogo aku ora trimo. kui budoyo bongsoku bongso Indonesia. rinio tak ganyang sampean ( aku asli cucu warok ponorogo. aku tidak terima. itu budaya bangsaku bangsa Indonesia. kesini tak makan kamu) I love ponorogo I love Indonesia

  9. Saya rasa perlu petisi buat menyingkirkan abdi negara berpikiran sempit seperti itu. bagaimana bangsa lain bisa menghargai indonesia kalau mereka yg notabene mewakili negara melakukan tindakan spt itu. cerdaslah dalam beragama.

  10. Tuh di Ponorogo masih banyak Reog kalau mau bakar lagi. Kalau memang Reog dianggap berhala, silakan dibakar. Kamu tidak akan mengubah apapun hanya dengan membakar 100 set Reog sekalipun.

  11. Gk usah bakar reog,klu memang gk suka datang sj ke ponorogo,tanyakan detailnya,silsilahnya,sebelum anda hai BANGSAT yg membakar reog,sebelum anda lahir,Reog sdh ratusan tahun yg lalu sdh ada,dan itu murni kesenian,bukan berhala,justru sampai detik ini,Reog sebagai mata pencaharian para seniman Reog, sebaignya yg membakar Reog,secara resmi minta maaf ke masyarakat ponorogo kususnya camkan itu..

  12. “Berhala”

    wkwkwk, goblok tuh orang, ngk ngerti sejarahnya, Reog kan aslinya kesenian buat mengkritik Raja Brawijaya V yang lemah sama Perempuan dari Campa sehingga terlena dan lupa mengurus negara
    karna itu Reog disana menggambarkan Singa yang perkasa tapi tak berdaya ditunggangi merak jelita dari Campa

    dan dari gadis Campa itulah lahir Raden Patah, yang mendirikan Kerajaan Islam di Demak

  13. Perbuatan yg sangat bodoh membakar alat alat seni budaya. Bagaimana seni budaya qt tdk di klaim negara lain,kalo org orgnya saja tdk bisa menjaganya?

  14. info yang saya dapatkan untuk sementara pihak kemlu bagian media dan informasi sudah memanggil konjen davao city untuk dimintai keterangan nya..

  15. Otak nya tu dimana..selama lo orang gak pada nyembah itu warisan budaya selama itu pula bukan merupakan berhala.. hmmm pengalihan isu berita apalagi ini.. ato kjri setempat lg bermasalah?????

  16. Orang KJRI kok podo ngelindur, ikut ikutan taklid buta, jika tidak mengerti tentang berhala, ya jangan sok menghakimi, potongane masih hamba gitu, mengklaim reog itu berhala, mikiro lah. Reog itu warisan budaya, bukan berhala, kalau dianggap berhala berarti disembah, mana buktinya orang mau nyembah reog wong reog itu gawenane (buatan orang jawa) , cobalah dipake logika nya “APA REOG ITU Gusti ALLAH” yg patut disembah sehingga dianggap berhala?. Setuju dg Mas Candra , dibuatkan petisi saja, biar ketahuan mana belang nya yang punya fikiran sempit dengan bertndak pembakaran reog,

  17. NANTI semua Budaya Jawa, Budaya batak, Budaya Bugis Budaya Irian, Budaya Sumatera, Kalimantan dan Budaya Nusantara dianggap BERHALA dan dimusnahkan untuk diganti dengan Budaya Arab atau Budaya Eropa dan Amerika Kalieeeeee

  18. Emangnya kalian pada bisa buat apa untuk mengharumkan nama Indonesia? disini seniman bekerja keras melestarikan kebudayaan aset bangsa. emangnya dah pada bisa liat setan ya sok2an banget!! coba datang kesini bumi Ponorogo. kalian halal untuk kami bakar!

  19. Sangat prihatin dengan pembakaran tersebut, semoga negara dapat lebih selektif memilih orang di kedutaan semua negara di dunia, serta bangga terhadap warisan budaya

  20. Saya asli putune wong ponorogo,
    Kamu ngerti nggak perbedaan berhala dengan kesenian?
    Reog asli kesenian dari leluhurku, bukan menyembah setan atau berhala.
    Jelas saya nggak terima dengan kelakuanmu membakar kesenianku.
    Kamu boleh bakar reog, tapi habis ini kamu yang aku bakar.

  21. Orang2 seperti itu gak perlu balik lagi ke Indonesia, nanti disini dia akan bakar patung pancoran, patung tani, patung selamat datang, monas, dll

    Suruh bakar dan buang aja status WNI nya kalo mereka sudah gak betah ngaku WNI.

  22. kalian bener2 penjahat, kalian harusnya bangga jadi orang Indonesia, kenapa kalian justru merusaknya, kenapa kalian tidak pernah ingat leluhur kalian, kalian jahat sekali….

  23. Setolol itukah pendidikan orang yang tinggi sehingga menyimpulkan bahwa seni reog ponorogo adalah berhala. Itu budaya bukan berhala. Menurut saya pribadi kejadian itu adalah sesuatu yang menyakitkan, itu seperti halnya bangsa indonesia di lempari kotoran. Kami tidak terima

  24. Gua sebagai pecinta reog tidak terima. … Gila ya masa reog dianggap kaya gitu.. Harus minta maaf secara langsung sama orang ponorogo..

  25. Aku wong ponorogo aku ora trimo lek ksenian songko daerahku di bakar sak enake dewe , lek grung ngerti sejarahe ojo sak enake dewe cak jancoook jaraaan . . . . .

  26. Aku wong ponorogo aku ora trimo lek ksenian sngko daerahku di bakar sak enke dewe , iku duduk sampah cokk iku ksenian enek sejarahe cok jancok jaran gateelll… lek grung ngerti sejarahe ojo sak karepmu dewe .

  27. Bagaimana negara maju, kalau orang2nya seperti ini, kesenian di bilang berhala, sampei dI bakar lagi, itu sama saja menjatuhkan martabat dari kesenian negara sendiri, itu kesenian adat, saya sebagai pecinta kesenian reog sangat sangat kecewa, mohon pemerintah segera menindak lanjuti,,

  28. Itu adalah kebudayaan dan seni negeri kita serta salah satu kekayaan dan kebanggaan kita sebagai orang Indonesia, tentang berhala ato tidak semua itu tergantung Niat dari manusia nya…..tp dgn membakar itu hal yang Bodoh dan merendahkan budaya negeri sendiri

  29. biar kita berbeda budaya kita harus saling menghormati dan menjaga kelestariannya ,,, negara tetangga mya berusaha mengakui klu budaya ini adlah milik mereka,

  30. Ahh Ane Mahh Jalanin Aja Hidup Sendiri.. Ane Mahh Gak Rugi… Dia yang dosa Kok Kita Yang Repot…
    Mungkin Waktu Sekolahnya Malah Tiduran Bukan Belajar… Kita Laporkan Saja Ke pihak Yang Berwajib Mungkin Mereka… Kalo Ane Lihat Gambarnya Dia Keturunan Tiongkok…

  31. Goblok….
    Seharus dia berfikir untuk tidak mencampur adukkan budaya dengan keyakinan.ORANG PONOROGO DAN BANGSA INDONESIA BUKAN PENYEMBAH BERHALA..Reog hanya sekedar budaya yang tidak akan mmbawa mudhorot dan manfaat sedikitpun.itu hanya sebuah benda yang tidak sedikitpun di anggap tuhan.KALAU HANYA SEKEDAR SEBUAH PENILAIAN BAHWA REOG ADALAH BERHALA ATAU APAPUN SILAHKAN SAJA TETAPI KALAU MAIN BAKAR , SAYA ORANG PERTAMA YANG TIDAK SETUJU DAN JUSTRU PELAKUNYA ADALAH BERHALA DAN SYETAN YANG SESUNGGUHNYA..

    ..yen pengen ngerti Reog,moro o neng ponorogo cuk..!

  32. Kok ya bisa kirim duta keluar negeri dengan kualitas yg seperti itu? Trus knapa pada berantem sendiri disini? Ga da guna. Lbh baik gunakan energi kita utk mencari solusi terbaik bt masalah ini

  33. guoblok……yang merintahkan membakar tolol banget..tuh namanya penghinaan terhadap budaya Bangsa Indonesia…..seharusnya dikenakan pasalk perbuatan tidak menyenangkan (Hadzaren Verklaren)…

  34. Bos Loegeng Priyohanisetyo, pulang dari Philipina ajak itu orang orangnya main ke Ponorogo… biar di jelaskan sama tetuanya!!! Anda semua yang membarakar seni yang di pertahankan warga Asli Ponorogo mati matian,dengan enaknya di bakar! Anda manusia kan? Punya otak kan? Apa jangan jangan otaknya udah geser ke dengkul?
    Loegeng Priyohanisetyo Coba main main ke Ponorogo dah, siapa tau pulang pulang ada yang nganterin kan! Mobil dengan tulisan terbalik…
    Ponorogo menanti kedatanganmu Mas Loegeng Priyohanisety….

  35. Kalaupun alasan pembakaran Reog itu karena kondisinya yang sudah banyak yang rusak, sepertinya tidak begitu saja dapat diterima dengan akal sehat. Masih ada upaya yang harus dilakukan untuk memperbaiki Reog yang rusak atau yang sudah kena rayap itu. Setidak tidaknya dikirim ke Bengkel Reog di Ponorogo untuk diperbaiki DAN BUKAN DIBAKAR atau kalo biaya pengiriman terlalu besar undang ahli/seniman pembuat Reog datang ke Davao atas biaya KJRI untuk memperbaiki atau mereparasi Reog yang mungkin sudah rusak itu atau termakan rayap. Selama bertahun tahun sebelumnya Reog tersebut menjadi alat promosi pariwisata dan budaya Indonesia yang dipergunakan oleh KJRI sebelumnya dan yang dalam setiap penampilannya di jalan raya utama kota Davao City selalu mendapat sambutan riuh rendah masyarakat Filipina dan decak kagum. Selama bertahun tahun Reog itu telah menjadi Duta Wisata Indonesia bukan saja di Filipina tapi juga dinegara-negara lainnya.

  36. sy selaku orang ponorogo tidak terima dng perlakuan ini. cara pandang yg terlalu picik..!!! dan tidak tau sejarah..dn mnghormati dn melestarikan budaya leluhur. jng campur adukkan budaya seni dn agama.. bodoh..!!

  37. Silahkan Pejabat/Staf Konsulat Jenderal RI Davao City, menyampaikan klarifikasi yang CLEAR & CLEAN dan yang paling penting JUJUR. Masyarakat pencinta budaya Indonesia sangat menunggu penjelasan anda : Kenapa harus dibakar? apakah tidak sebaiknya dibersihkan dulu dan dirawat. Kalau ternyata perangkat REOG tersebut sudah benar2 rusak dan tidak bisa digunakan lagi, mungkin disimpan saja dulu kemudian diupayakan mekanisme perawatan yang elegan dan bukan dibakar. Hargailah hasil karya seni budaya tinggi para seniman Reog itu. Dengan cara itu kelak dikemudian hari bisa dijadikan kenang2an bahwa Konsulat Jenderal RI bahkan sebelumnya juga pernah memiliki seperangkat Reog sebelum datangnya perangkat Reog yang baru. Bukti rasa cinta terhadap budaya asli bangsa Indonesia. WE HAVE TO BE PROUD OF IT dan bukan langsung main bakar saja.

  38. menurut sy budaya itu sangat penting, karna cuma manusia yang berbudaya yang bisa menerima kebenaran wahyu , dan manusia yg ber budaya yg bisa memegang pena dan membukukan wahyu lalu mewariskannya pada generasi penerusnya lalu menyebutnya sebagai KITAB SUCI ,,,,,

    komentar sy buat pelaku pembakaran budaya, anda tersesat, mungki anda mempoerjuangkan kebenaran palsu ,yang anda dapatkan atau dengr darib setan 2 yang akhir 2 ini sudah banyak berkhutbah di mimbar mimbar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s