Polres Bitung Tahan 2 orang Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Terminal Kayu, Keluarga Yakin Tak Bersalah

Lokasi Terminal Kayu Sagerat saat peresmian.
Lokasi Terminal Kayu Sagerat saat peresmian.

Bitungnews – Polres Bitung menahan dua orang tersangka kasus dugaan korupsi Terminal Kayu Sagerat. Dua tersangka dimaksud yaitu lelaki AW alias Aryan (61), dan lelaki AS alias Aslim (48). Aryan merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kementerian Perindustrian, sementara Aslim selaku pihak ketiga pelaksana proyek.
“Betul, kita sudah menahan dua tersangka kasus ini. Yang satu sebagai PPK, yang satu lagi kontraktor,” ucap Kapolres Bitung AKBP Reindolf Unmehopa SH SIK, saat dikonfirmasi Minggu (25/10) kemarin melalui Kasat Reskrim AKP Rivo Malonda SE.
Sayangnya Rivo belum mau berkomentar lebih terkait kasus ini. Ia beralasan tak mau menimbulkan kegaduhan di tengah situasi jelang pilkada seperti sekarang,
yang pasti kami profesional,” tegasnya.
Perihal penahanan ini keluarga tersangka Aslim angkat bicara. Mereka menghormati proses hukum namun optimis Aslim tidak bersalah.
“Kami tidak mempermasalahkan langkah Polres Bitung, sebab itu kewenangan mereka, tetapi kami perlu memberikan penjelasan untuk kasus ini, supaya masyarakat bisa memahami posisi Pak Aslim,” ujar Akhyar Ahmad dan Ade Abdullah, dua kerabat tersangka Aslim yang sengaja datang dari Jakarta untuk persoalan ini.
Keduanya menunjukan sejumlah dokumen, untuk mengklaim bahwa Aslim memang tidak bersalah. Dokumen itu antara lain, kontrak kerja proyek pengadaan sawmill (alat pemotong kayu,red), faktur pembelian peralatan dari importir, serta berita acara penyerahan hasil pekerjaan.
“Khusus faktur, ini untuk membuktikan bahwa peralatan sawmill yang Pak Aslim adakan bukan barang bekas. PT Hinoka Alsindo Teknik sebagai perusahaan Pak Aslim, memesannya lewat perusahaan importir yang terpercaya, CV AKS Jakarta. Kalau perlu bukti lebih jelas, silahkan cek langsung ke alamat CV AKS di Jalan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara,” tukas Akhyar dan Ade.
Keberadaan faktur tersebut turut diperkuat dengan berita acara serah terima barang nomor: 01-10/IA.2/BAST/12/2010. Yang mana dokumen itu ditandatangani oleh Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, serta Walikota Bitung. Sudah begitu, ada juga dokumen pendukung lainnya, yakni Surat Pernyataan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bitung yang dikeluarkan Bulan November 2010.
Surat ini ditandatangani Veronica Makang SSi, selaku staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bitung. Surat itu berisi pernyataan telah memeriksa bantuan peralatan dan mesin terminal kayu dari Ditjen Industri Agro.
“Isi surat ini sangat jelas. Disebutkan bahwa peralatan sawmill yang diadakan PT Hinoka Alsindo Teknik, dalam keadaan baik, lengkap dan kondisi baru, makanya kami heran kalau dibilang pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, lagipula setelah proyek selesai, dalam dua kali uji coba yang dilakukan dan hasilnya bagus,” imbuh Akhyar dan Ade seraya menyebut nilai tender proyek ini, yaitu Rp2.438 M.
Karenanya, untuk menghadapi proses hukum kasus ini keluarga sudah menunjuk pengacara. Mereka mempercayakan pendampingan hukum untuk Aslim, kepada Refly Pantow SH. Namun begitu, Refly belum mau berkomentar lebih soal ini. Ia mengaku masih harus mempelajari posisi kasus terlebih dahulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s