Nelayan Keramba Kecewa Dengan Kinerja Pemda Terkait Pencemaran Limbah

Ikan budidaya air laut mati mendadak pada bulan Maret silam
Ikan budidaya air laut jenis Mubara, mati mendadak pada bulan Maret silam

Bitungnews –  Kelompok Nelayan Keramba (jaring apung) “Kasih” kecewa dengan kinerja sejumlah instansi di Pemda Kota Bitung, terkait kasus pencemaran limbah yang menyebabkan ribuan ikan laut piaraan mereka mati mendadak pada Maret 2015.

” Sudah 2 kali kami melaporkan masalah kematian ikan di keramba milik kami, tahun lalu (2014) dan tahun ini (2015) namun hingga sekarang, belum ada perusahaan yang harus bertanggung jawab,” kata seorang petambak, Sartje Kandio.

Menurut Sartje Kandio seharusnya Dinas Perikanan dan Badan Lingkungan Hidup, berkoordinasi dalam penanganan dugaan pencemaran ekosistem laut yang diduga dilakukan oleh perusahaan pengolahan tepung kelapa PT. Janur Kawanua Bitung.

” Seharusnya hasil laboratorium dari Dinas Perikanan dan hasil dari  BLH dikoordinasikan, kan sudah jelas hasil dari laboratorium Dinas Perikanan penyebabnya bakteri vibrio, namun ternyata dari BLH tidak menguji dengan indikator bakteri tersebut,” tambah Kandio.

Para Nelayan keramba ikan budidaya air laut di Kelurahan Manembo-nembo, hingga kini masih trauma, atas kerugian puluhan juta, akibat pencemaran ekosistem air laut, yang diduga kuat berasal dari PT Janur Kawanua Bitung. Tudingan para nelayan mengarah ke perusahaan tersebut, karena pada saat kematian ikan peliharaan mereka, banyak kelapa dan ampas kelapa busuk di perairan tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s