Wolter ‘Epank’ Pangalila: Pemerintah Provinsi Sulut dan Pusat Harus Segera Padamkan Kebakaran Hutan Cagar Alam Tangkoko

Personil Aliansi Jurnalis Peduli Hutan lokalisir kebakaran hutan
Personil Aliansi Jurnalis Peduli Hutan lokalisir kebakaran hutan

Bitungnews – Ketua Aliansi Jurnalis Peduli Hutan, Wolter ‘Epank’ Pangalila, menegaskan pihaknya telah mengkoordinir relawan mahasiswa pecinta alam dan pemuda, dalam operasi pemadaman hutan CA Tangkoko, CA Dua Saudara, TWA batu Putih dan TWA Batu Angus. Sedikitnya 50 orang relawan kini berada di posko dan lokasi kebakaran hutan.  Tim Relawan menerima bantuan dari sejumlah pihak perorangan, swasta, dan Pemda kota Bitung. Dia menyayangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, seakan menutup mata atas musibah kebakaran hutan.

” Hutan Cagar Alam Tangkoko ini aset Sulawesi Utara, bahkan milik Indonesia, hutan ini merupakan salah satu etalase bangsa Indonesia, karena tak sedikit wisatawan asing datang ke Indonesia, hanya untuk melihat dari dekat populasi macaca nigra, tarsius spectrum, maleo dan spesies unik lain di habitatnya, ” kata Pangalila.

Menurut Epank Pangalila, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Pusat jangan hanya terfokus pemadaman wilayah hutan di Kalimantan dan Sumatera, karena aneka ragam hayati yang hidup di kawasan 4 hutan tersebut sangat unik, sesuai dengan hasil penelitian Wallace.

” Saat ini 17 % hutan di kawasan CA Tangkoko, CA Dua Saudara, TWA Batu Putih, dan TWA Batu Angus telah ludes terbakar, pemerintah provinsi Sulut dan Pusat jangan berpangku tangan, pemadaman api dengan peralatan modern seperti water boom harus segera dilakukan,” semprot Epank.

Api yang membakar hutan Cagar Alam Tangkoko, Cagar Alam Dua Saudara, Taman Wisata Alam Batu Putih, dan Taman Wisata Alam Batu Angus di kota Bitung, Sulawesi Utara, kini meluas. Dari data kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Sulawesi Utara, pada Kamis, 1 Oktober 2015, luas areal hutan yang terbakar mencapai 1.523 Hektar, dari luas seluruh kawasan hutan sekitar 9.000 hektar.

Secara sporadis api menyebar dengan cepat dalam sepekan terakhir. Dalam sepekan terakhir api telah melalap sedikitnya 1.000 hektar, akibat cuaca panas, disertai dahan kering serta tiupan angin. Untuk mengatasi kebakaran hutan BKSDA telah mengerahkan Tim Manggala Agni, untuk melokalisir dan memadamkan api. Namun keterbatasan peralatan menyebabkan tim tersebut dibantu Mahasiswa Pecinta Alam dan  Aliansi Jurnalis Peduli Hutan, kewalahan dalam menjalankan tugasnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s