Masyarakat dan Nelayan Kehilangan Pantai Akibat Reklamasi

Pantai menjadi barang mewah bagi rakyat kecil, Perusahaan-perusahaan besar telah kuasai pantai
Pantai menjadi barang mewah bagi rakyat kecil, Perusahaan-perusahaan besar telah kuasai pantai

Bitungnews – Gencarnya industrialisasi pada satu dasa warsa (10 tahun) terakhir, membuat masyarakat di kota Bitung, Sulawesi Utara, kehilangan fasilitas publik bernama pantai.

Para investor di bidang perikanan, Bahan Bakar Minyak, Minyak sawit, dan lain-lain, telah memborong lahan strategis, berbatasan dengan pantai.

Sayangnya hampir seluruh perusahaan, pada akhirnya menguasai pantai, dan tragisnya mereka melakukan reklamasi dan pembangunan dermaga, hingga masyarakat dan nelayan kehilangan pantai.

” Sudah  lima tahun ini, perahu saya terpaksa harus tambat di Aertembaga, kalau mau pergi mencari ikan harus mengeluarkan biaya angkutan 10 ribu rupiah,” kata Jemmy, nelayan di Kelurahan Wangurer.

Sebelum aksi reklamasi penguasa modal, para nelayan dapat menambatkan perahu di sepanjang pantai Tanjung Merah hingga Aertembaga. Bukan hanya nelayan, masyarakatpun kini harus pergi ke Tanjung Merah atau ke Kasawari untuk melihat dan menikmati suasana pantai. Karena akses jalan ke pantai telah dipagar petusahaan, dan pantainya telah hilang.Padahal sesuai Undang-Undang Agraria, kawasan pantai merupakan milik negara.

Kita semua berharap, Walikota dan Wakil Walikota mendatang mampu mengembalikan hak rakyat atas pantai. Industrialisasi tak serta-merta harus ‘mencuri’ hak rakyat akan pantai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s