Bitung Masih Merah Putih

Pedagang pernak-pernik merah putih di ruas jalan Manado-Bitung, Madidir
Pedagang pernak-pernik merah putih di ruas jalan Manado-Bitung, Madidir
Bitungnews – Judul ini pasti menimbulkan sejumlah pertanyaan, emang Bitung tidak merah putih…?

Saya teringat, teman wartawan Harian Sindo, Yefta Tololiu, pernah ber -sms dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti. Teman tersebut tanya kepada Menteri Susi, kapan datang ke sentra perikanan Indonesia Timur, Bitung, Menteri Susi menjawab singkat: menunggu masyarakat kota Bitung Merah-Putih. Teman tersebut kembali bertanya, memangnya rakyat kota Bitung tidak merah putih ? Menteri Susi menjawab: “pengusaha dan masyarakat kota Bitung masih menjadi antek Gensan (General Santos/ City of Tuna, Philipines).

Bitungnews.com tak mempersoalkan masalah tersebut, namun tak terasa hari ini, Jumat 31 Juli 2015. Kita baru sadar bahwa besok sudah masuk bulan Agustus, yang di dalamnya ada satu hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Ya….Peringatan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 1945, 70 tahun silam.

bitungnews.com baru sadar perayaan 17 Agustus sudah dekat, karena saat melewati sejumlah jalan protokol di kota Bitung, Sulawesi Utara, menjumpai pedagang musiman yang menjual bendera merah putih, serta pernak-pernik, berupa umbul-umbul, hiasan teras yang semuanya bernuansa merah putih.

” Hiasan untuk teras berukuran 3 meter dan bendera ukuran 50 kali 120 cm saya jual dengan harga Rp 35 ribu, ” kata Muchit, yang berjual di sekitar PT. Sinar Pure Foods International.

Muchit Firmansyah, pedagang musiman asal Garut, Jawa Barat, mengaku dapat menjual barang dagangannya 10 buah per hari. Harga pernak-pernik merah putih tersebut dari 35 ribu hingga Rp 250 ribu.

“Keuntungan yang paling kecil 5 ribu, yang paling besar Rp 50 ribu,” tambah Muchit.

Untuk saat ini para pedagang pernak-pernik merah-putih, baru mampu menjual maksimal 10 buah barang per hari, dengan keuntungan 60 hingga Rp 70 ribu rupiah, tingkat penjualan dan keuntungan akan terus meningkat seiring semakin dekatnya peringatan 17 Agustus.

Itu artinya, secara tersurat Bitung ternyata sudah merah-putih. Mengambil sms dari Menteri Susi, kita berharap, oknum pengusaha atau sebagian kecil warga yang masih menjadi antek gensan, mudah-mudahan segera sadar bahwa mereka lahir dan besar di bawah bendera merah-putih. Hingga Menteri Susi datang secara langsung ke sentra perikanan terbesar di Indonesia Timur, Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s