Pelni Terapkan Aturan (Sok) Ketat, Penyelundupan Unggas Marak

image

Bitungnews- Aksi penyelundupan unggas dari pelabuhan Bitung kembali marak. Balai Karantina Hewan Pelabuhan Bitung, Sulut, menangkap 14 ekor ayam Philipina, di ruang seterika ABK, KM. Tatamailau, baru-baru ini.

” Penyelundup bekerja sama dengan petugas PT. Pelni Cabang Bitung, dan ABK KM. Tatamailau, untuk menyelundupkan unggas ke Timika,” kata petugas Karantina Sugiman.

PT. Pelni Cabang Bitung mengharuskan pengirim unggas yang membayar manifes resmi PT. Pelni, menyiapkan kandang besi.

Sejumlah peternak ayam yang biasa mengirim ternak ke wilayah Papua secara resmi, mengatakan kepada wartawan bitungnews, keberatan dengan kebijakan tersebut.

” Justru sekarang yang hidup, peternak yang bergaya mafia,” Kata peternak yang enggan disebut namanya.

PT. Pelni Cabang Bitung seharusnya rugi puluhan juta rupiah dengan aksi pengiriman tanpa dokumen, tapi faktanya para mafia tersebut justru dipiara oleh oknum Pelni, tambah peternak.

Menurut aparat Karantina Hewan Pelabuhan Bitung, dari 14 ekor ayam yang disita, 2 ekor mati. “Aksi penyelundupan ini di back up oleh oknum anggota Marinir TNI AL, yang menjaga kapal Pelni.” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s