Bocah Berusia 6 Bulan Kena Peluru Nyasar

Korban yang dipeluk oleh sang kakek
Korban yang dipeluk oleh sang kakek
Bitungnews – Alarik Putra Ehu, bocah berusia 6 bulan, terkena peluru nyasar saat bocah lagi tidur didalam kamar, di Kelurahan Madidir Unet, Lingkungan 4, Kecamatan Madidir, Minggu (12/10/2014), Pukul 03.00 Wita.

Peluru nyasar tersebut, mengenai jari kelingking sebelah kiri luka gores, dan akhirnya jari bocah yang berusia 6 Bulan ini membengkak.

Gideon Ehu, atau biasanya dipanggil Aso, kakek dari korban mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03,00, dimana dirinya lagi sedang nonton bola diruang tamu, dan cucunya (Putra) lagi sedang tidur bersama neneknya didalam kamar, tiba – tiba terdengar ada suara bunyi dari atas seng, begitu dicek dikamar, plafon yang terbuat dari tripleks itu sudah bocor, dan saya melihat, cucu kami menangis dengan suara yang sangat keras, dengan perasaan yang ragu, saya mencari tau apa penyebab dari tangisan cucu kami, dan akhirnya saya temukan satu butir proyektil peluru ditempat tidur korban.

Dengan suasana yang begitu sepi diseputaran kampung, kami tidak tau dari mana datangnya peluru nyasar ini, begitu diperiksa pagi hari, peluru nyasar datang dari arah timur rumah, dan saya melaporkan hal ini ke Babinsa, setelah itu Babinsa tersebut langsung melaporkan ke Kodim 1310 Bitung untuk melakukan pemeriksaan, sebagai keluarga, kami meminta aparat keamanan mengusut siapa pemilik dari peluru ini, tutur Aso

Aparat keamanan Kota Bitung, Intel Kodim dan juga Intel Polres yang datang kelokasi tempat kejadian, langsung mengambil data korban, kakek dan juga neneknya, serta menanyakan kebeberapa warga setempat, namun warga yang ditanyakan tidak ada yang mendengar dengar suara letusan senjata api, apalagi jam segitu warga setempat lagi tertidur pulas.

Dandim 1310 Bitung, Letkol Infanteri Yarnedi Mulyadi saat dikonfirmasi di Rudis menjelaskan, mengenai kejadian ini, dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Bitung, dan uintuk mengungkap siapa pemilik dari peluru ini, kami menghimbau kepada masyarakat agar bisa bekerja sama, dan mengenai jenis peluru tersebut, kemingkinan saja senjata rakitan yang dipegang seseorang, untuk membuktikan ini semua, perlu dengan penyelidikan yang mendalam, dan tidak boleh terburu – buru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s