Sinaga, Kasus Semacam Ini Perlu Penanganan Secara Profesional

Konfrensi Perss
Konfrensi Perss
Bitungnews – Kapolda Sulut, Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga datang ke Bitung, untuk meninjau langsung bahan peledak jenis Ammonium Nitrate sebanyak 229 Zak yang berada di kantor Bea dan Cukai Pelabuhan Bitung.

Kedatangan Kapolda disambut oleh Mapolres Bitung, AKP Hari Sarwono beserta jajaran, Dandim 1310 Bitung, Letkol Infanteri Yarnedi Mulyadi, Kejari Bitung, Bambang Eko Mitohardjo dan Kepala Bidang Penindakan Penyidikan Direktorat Jendral Pajak Wilayah Sulawesi, Agus Amiwijaya.

Melihat dengan kedatangannya Sinaga ke Kota Bitung, akhirnya pihak dari Bea dan Cukai mengambil inisiatif untuk menggelar Konfrensi Perss, yang diadakan dikantor Pelabuhan Bea Dan Cukai Bitung, untuk membahas mengenai bahan peledak, serta memberikan leluasa kepada seluruh wartawan untuk tanya jawab mengenai kasus ini.

Sebelum berjalannya konfrensi Perss, Sinaga mengatakan, bahwa kasus ini sangat besar sekali, dan ini perlu proses beberapa hari untuk lebih mendalaminya, maka dari itu, saya perintahkan Kapolres Bitung, Hary Sarwono dan seluruh jajarannya untuk menyisir kembali isi kapal KLM Cakra, untuk mendalami kasus ini, saya percayakan kepada Kepolisian Bitung dan juga Bea dan Cukai Bitung, dan apabila kalau mereka – mereka tidak mampu, maka kasus ini akan saya tindak lanjut di Polda Sulut.

Agus Amiwijaya menjelaskan, kapal angkut KLM Cakra ditangkap diperairan Tahulandang oleh kapal patorli BC 5001, dalam pemeriksaan dokumen kapal dan muatan barang, kedapatan KLM Cakra ini telah mengangkut barang seludupun Ammonium Nitrate, yang diambil dari Tawao, Malaysia dengan tujuan Ternate, dan kami telah melakukan penahanan kepada Nahkoda kapal dan perwakilan pemilik barang yang menjadi tersangka utama, sedangkan babuk yang lainnya berupa Minuman Keras sebanyak 72 botol dan Mangkuk Kaca 120 Pcs.

Untuk Nakhoda kapal KLM Cakra serta perwakilan pemilik barang, Sarnudin dan Lapaudi, akan dikenakan dengan pelanggaran pidana dibidang kepabeanan, dalam Pasal 102, dengan Undang – Undang Nomor 17, dengan ancaman hukuman penjara 1 Tahun dan pidana paling lama 10 Tahun, dengan denda paling sedikit Lima Puluh Juta Rupiah sampai Lima Miliar Rupiah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s