Rekon Tanah Bermasalah, BPN Ingkar Janji Kepada Polda Sulut

Bitungnews – Salah satu masalah krusial di Kota Bitung adalah masalah perdata, dimana sebagian besar transaksi jual beli tanah atau lahan selalu saja bermasalah. Salah satunya adalah yang dihadapi Sisil Montulalu, warga Wangurer Barat, Kecamatan Madidir. Dimana, lahan milik keluarganya disinyalir diseroboti oleh salah satu pejabat (21/05)

” Dalam keterangannya kepada wartawan, beberapa hari lalu, Montulalu menjelaskan pihaknya pernah menjual sebidang tanah di depan Wale Leonnie, tepat berseberangan jalan dengan alamat rumahnya. Dalam kepengurusan perubahan dan pemisahan sertifikat, ternyata tertiup kabar bahwa ada muncul sertifikat tanah baru tepat diatas tanah yang merupakan milik keluarganya itu. Kaget dengan adanya sertifikat tanah seluas 369m2 yang tak jela itu, pada tahun 2006, dengan menerima kuasa keluarganya, dia pun memperkarakan kasus tanah itu kepada pihak Polresta Bitung.

Sayangnya, 9 tahun berlalu, tak ada kejelasan penyelesaian atas masalah ini. Montolalu kemudian melaporkan masalah ini kepada pihak Polda Sulut,
dalam mediasi yang dilakukan, pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) Bitung kemudian merekomendasikan akan melakukan rekonstruksi lahan/tanah dimaksud. Padahal, dalam kesempatan mediasi beberapa waktu sebelumnya, tidak ditemui jalan keluarnya.

BPN Bitung kemudian mengeluarkan undangan rekonstruksi tanah yang kesekian kalinya pada Senin (19/5) lalu, dengan menghadirkan pihak Montolalu, pemilik tanah yang dilaporkan, Polda Sulut maupun BPN sendiri. Sayangnya, BPN sendiri tidak menghadiri acara itu, hingga siang harinya. Padahal undangan yang disebarkan menjadwalkan rekon pada pukul 09.00 Wita.

Dua orang (2) penyidik Polda Sulut yang diutus, kecewa dengan kondisi ini. Apalagi, saat keduanya menghubungi Kepala BPN Bitung maupun staf bagian sengketa, keduanya tak bisa dihubungi, dikarenakan nomor HP kedua oknum dimaksud lagi dalam keadaan tidak aktif. Keduanya kemudian berlalu Begitupun dengan Montolalu. Ia menyatakan sangat kecewa dengan sikap BPN ini, karena akan memperlambat penyelesaian kasus di maksud. Apalagi, dirinya hanya diberikan cuti hingga tanggal 24 Mei ini, dan harus kembali bekerja di Jakarta.
Kepala BPN dan staf hingga saat ini masih belum bisa dikonfirmasi, karena masih berada tugas keluar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s