Militan Gaza Serang Israel Dengan Roket

Serangan balasan militer Israel ke kota Gaza/ photo: abc.net.au
Serangan balasan militer Israel ke kota Gaza/ photo: abc.net.au

Bitungnews Jerussalem – Militan Gaza menembakkan roket ke Israel Kamis pagi, menentang peringatan militer Israel bahwa ia tidak akan mentolerir serangan baru di selatan negara itu. Di Tepi Barat, pihak berwenang menemukan tubuh seorang pengunjuk rasa Palestina kedua tewas dalam bentrokan sehari sebelumnya.

Peristiwa tersebut meningkatkan ketegangan di kawasan itu, kondisi memanas minggu ini karena kematian seorang tahanan Palestina yang disebutkan oleh pejabat Israel sakit kanker di sebuah penjara Israel.

Pertempuran tak terhindarkan di sekitar perbatasan. Beberapa roket ditembakkan dari Gaza Kamis pagi, namun hanya satu meledak di Israel, sesuai rilis resmi militer Israel. Militer Israel mengklaim tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam serangan tersebut. Justru dikatakan proyektil lainnya meledak sebelum waktunya di dalam wilayah Gaza.

Para militan dari wilayah pesisir telah menembakkan beberapa roket ke Israel sejak November, ketika gencatan senjata informal,  setelah delapan hari pertempuran. Hampir setiap hari serangan roket Palestina mengarah ke wilayah Israel. Israel membalas untuk pertama kalinya minggu ini. Menteri pertahanan baru, Moshe Yaalon memperingatkan, bahwa ia tidak akan mengizinkan serangan roket menjadi rutin lagi.

Israel menuding militan Islam Hamas di Gaza bertanggung jawab atas semua serangan. Sebuah kelompok kecil yang dipengaruhi al-Qaeda diduga dibalik beberapa serangan terakhir. Juga hari Kamis(4/4), tubuh seorang pria Palestina ditemukan di dekat sebuah pos militer di Tepi Barat, seperti dilaporkan kantor berita resmi Palestina, Wafa.Protes di wilayah itu berubah menjadi kekerasan pada Rabu kemarin, ketika warga Palestina melemparkan bom molotov ke tentara Israel, yang menembak dan membunuh seorang demonstran.

Mohammed Ayyad, juru bicara Bulan Sabit Merah Palestina, mengatakan kedua warga Palestina – yang ditemukan Kamis dan satu tewas dalam bentrokan hari Rabu – ditembak di dada. Militer Israel mengatakan tentara menembaki warga Palestina yang menyerang mereka dengan bom molotov dan bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden itu.Demonstrasi pertama meletus di Tepi Barat pada hari Selasa atas kematian seorang tahanan Palestina yang meninggal karena kanker. Tahanan, Maysara Abu Hamdiyeh, 64 tahun sedang menjalani hukuman seumur hidup, untuk tuduhan kasus pemboman 2002 di sebuah kafe terkenal di Yerusalem.

Dua orang yang tewas Palestina ditambahkan ke kemungkinan kerusuhan di wilayah Palestina setelah pemakaman pada hari Kamis. Setelah Abu Hamdiyeh meninggal, Palestina menyalahkan Israel atas kematian itu, dan mengatakan ia tidak diberi perawatan medis yang tepat. Israel mengatakan tahanan itu dirawat oleh dokter spesialis di rumah sakit. Kementerian kesehatan Israel mengatakan otopsi dilakukan Rabu menemukan pertumbuhan kanker di tenggorokan Abu Hamdiyeh. Pertumbuhan kanker menyebar di leher, dada, paru-paru, hati, dan sumsum tulang belakang. Dikatakan catatan rumah sakit menunjukkan dia adalah seorang perokok berat. Kepala lembaga patologis Palestina juga berpartisipasi dalam otopsi. (source: world.time.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s