Kebangkitan N-250

Pesawat N-250/ photo Bambang Harymurti/ tempo

Bitungnews – Dalam waktu dekat Kedirgantaraan Indonesia akan kembali bergairah. Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan akan kembali ke industri penerbangan tanah air. Di awal kembalinya, ia bertekad mengembangkan pesawat N-250 yang kemudian yang dilanjutkan dengan pesawat jet penumpang N2130.

BJ Habibie berjanji akan kembali membangkitkan pesawat N-250. Pesawat karya anak bangsa yang pernah berjaya di era 1990-an itu akan diperbaharui.

“Insya Allah akan didapatkan FAA dalam 5 tahun,” kata dia di sela konfrensi pers Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Gedung Sate Bandung, Jumat, 10 Agustus 2012.

Perwakilan PT Dirgantara Indonesia, Rochendi, mengatakan dengan inisiasi seorang yang sangat ahli di bidang Kedirgantaraan, pihaknya menyambut baik. Bahkan PT DI akan kembali memiliki asa untuk kembali membangkitkan era emas.

“Kami sangat gembira dan menyambut baik jika dapat diwujudkan. Karena ini jelas bisa dapat menggairahkan lagi industri penerbangan di Indonesia,” kata Rochendi.

Dia mengaku sejak era reformasi, dengan adanya krisis moneter, PT DI sempat mati suri. Meski sedikit demi sedikit dapat kembali bangkit, dan tidak tenggelam dalam kehancuran.

“Ini adalah momen bangkitnya kembali kedirgantaraan, dan kita harapkan lagi dapat meningkatkan tenaga pekerja potensial bagi seluruh bangsa,” tegas Rochendi.

Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995).

Dalam penyempurnaan terbaru N-250 Habibie menuturkan akan menyesuaikan rancangannya dengan mesin yang ada saat ini, serta penggunaan avionik digital. “Tapi aerodinamiknya sama, (disain) sayapnya sama. Sampai sekarang masih paling canggih,” ujarnya. Pembiayaan yang dibutuhkan untuk pembuatan pesawat turboprop N-250 menurut dia, dikumpulkannya dari dana swasta lewat jaringan pribadinya. Tapi dalam tahap pengembangan pesawat nanti, dia minta PT Dirgantara Indonesia dan BPPT untuk terlibat dalam riset dan produksinya.

Dia mengungkapkan, akan mengajak sejumlah eks karyawan IPTN atau kini PT Dirgantara Indonesia yang tersebar di berbagai negara untuk merintis industri pembuatan pesawat milik swasta itu. “Mereka kepingin pulang,” kata Habibie.

Sebelumnya Habibie mengatakan siap kembali ke Industri tanah Air lewat pendirian PT RAI. Adapun pendirian PT RAI menurut Habibie melibatkan beberapa pihak. “PT RAI merupakan perusahaan yang saya bentuk bersama dua perusahaan swasta yakni PT Ilhabi Rekatama milik Ilham Akbar Habibie dan PT Modal Elang milik mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah,” katanya. “Ketua Dewan Komisaris saya.” (source: tempo/ merdeka)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s