Hakim: HAS Layak Jadi Tersangka

Wa Ode Nurhayati (kabarnet.wordpress.com)
Bitungnews, Jakarta- Anggota Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Pangeran Napitupulu meminta KPK untuk segera menetapkan Wakil Sekjen Bidang Organisasi MKGR, Haris Andi Surahman sebagai tersangka kasus dugaan suap alokasi anggaran Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) tahun anggaran 2011.

Hakim menilai, laporan Haris ke pimpinan Badan Anggaran DPR terkait aliran dana kepada terdakwa Wa Ode Nurhayati dinilai janggal dan terkesan disengaja.

“Jaksa, ini Haris sudah jadi tersangka belum? Jadikan tersangka itu. Apa itu lapor-lapor enggak jelas,” ucap anggota majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Pangeran Napitupulu kepada tim jaksa penuntut umum KPK dalam sidang lanjutan terdakwa Nurhayati di Pengadilan Tipikor, Selasa (7/8/2012).

Hakim Pangeran mensinyalir laporan Haris kepada pimpinan Banggar DPR tidak resmi dan sudah diatur. Arahan tersebut disampaikan hakim Pangeran setelah mendengarkan kesaksian dari Wakil Ketua Banggar DPR, Tamsil Linrung.

Menurut Tamsil, dalam kesaksiannya, Haris melaporkan soal aliran dana ke terdakwa Nurhayati pada akhir tahun 2010. Awalnya Haris ingin melapor ke Badan Kehormatan DPR tetapi karena anggota BK DPR berhalangan maka diteruskan kepada pimpinan Banggar DPR.

Akhirnya, pengaduan Haris soal terdakwa Nurhayati diterima oleh empat pimpinan Banggar DPR dan beberapa orang staf sekretariat Banggar DPR.

“Dia (Haris) langsung melaporkan, tidak dalam bentuk surat. Dia secara spontan mau menyampaikan laporan ke Banggar, yang sebelumnya dia ke Badan Kehormatan DPR. Karena tidak ada (BK DPR) sehingga diterima pimpinan Banggar. Ada empat pimpinan Banggar, Sekretaris Banggar, Ibu Nurul Fauziah dan beberapa petugas sekretariat,” jelas Tamsil.

Pada kesempatan ini, Tamsil mengaku jika Haris kala itu membawa bukti transfer uang sekitar Rp 6 miliar kepada Wa Ode Nurhayati yang ditandatangani oleh sekretaris Nurhayati, Sefa Yolanda. Sayangnnya, Tamsil berdalih tidak tahu soal pekerjaaan maupun latar belakang Haris selaku pelapor kasus pemberian suap ke Nurhayati. Menurut Tamsil dirinya tahu jika Haris merupakan kader Partai Golkar.

“Dia orang Partai Golkar, tapi bukan anggota DPR. Saya tidak tahu, saya tidak menanyakan pekerjaannya,” bebernya.

Ditambahkan Tamsil, dirinya sempat memanggil terdakwa Nurhayati yang tengah berada di gedung DPR untuk ikut menemui Haris. Namun, Nurhayati menolak dan meminta pimpinan Banggar untuk tidak mempercayai keterangan Haris.

Singkat cerita, pengaduan Haris diteruskan pimpinan Banggar DPR kepada empat pimpinan DPR RI. Namun, sikap Tamsil dan kawan-kawan yang dengan mudahnya mengakomodir pengaduan Haris mengundang kejanggalan majelis hakim Pangeran.

Hakim Pangeran menilai aneh jika anggota DPR yang super sibuk berkenan menerima pengaduan dari Haris yang tidak dikenalnya. Terlebih, kedatangan Haris kepada pimpinan Banggar DPR sangat mendadak dan tidak melalui mekanimse surat menyurat sebelumnya.

“Memangnya tidak ada mekanisme pelaporan? Memang bisa langsung datang seperti itu?” ucap hakim Pangeran mencecar saksi Tamsil.

Menanggapi hal tersebut, Tamsil tetap pada keterangannya. Tamsil menegaskan jika pimpinan Banggar DPR bisa menerima pengaduan dari siapa saja bahkan tukang becak sekalipun.

“Iya, saya bisa terima (laporan pengaduan), dari tukang becak juga kita terima. Yang bersangkutan (Haris) mau melapor ke BK DPR tapi tidak diterima saat itu. Kami terima dan diteruskan ke pimpinan DPR,” jawab Tamsil.

Menggapi hal tersebut, Wa Ode Geram. Dia juga merasa janggal mengapa pimpinan Banggar begitu peduli dengan laporan Haris. Saking geramnya, Wa Ode mengaku pernah melaporkan hal tersebut ke Badan Kerhormatan DPR.

“Saya pernah menyatakan keberatan ke BK lantaran Banggar menerima laporan tersebut,” tegas Wa Ode. (source: gresnews.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s