Pemilukada DKI di mata warga kelas menengah. “Tidak percaya lagi janji Foke dan Alex.”

Bitungnews, Jakarta – KAMPANYE enam pasangan calon gubernur DKI Jakarta kian gegap gempita menyongsong Pemilukada pada 11 Juli mendatang.

Kini saatnya bagi 6,2 juta pemilih di Jakarta untuk menilai mereka secara kritis. Apakah program yang mereka sodorkan realistis untuk menjawab problem Jakarta. Sebaliknya, pasangan calon juga harus aktif menyampaikan program konkret dan terukur agar pemilih tertarik menggunakan hak pilihnya.

Jakarta sebagai pusat pemerintahan, industri dan perdagangan memiliki warga kelas menengah yang cukup besar. Latar belakang pendidikan dan kemampuan finansial akan membuat mereka bersikap kritis menyikapi janji-janji calon DKI 1. Sikap kritis mereka sebagai pemilih cerdas akan mendorong terkuaknya program ‘asbun’ dari kandidat.

Dian K, pendiri sekaligus owner Totok Aura Dian Kenanga memastikan diri untuk mencoblos pada 11 Juli.

“Sebagai penduduk DKI dan warga negara yang baik tentu saya akan berpartisipasi di Pemilukada,” kata Dian K via pesan singkat kepada gresnews.com.

Pilihan dijatuhkan pada Cagub siapa? “Bagi saya yang menjadi dasar pilihan adalah prestasi dan track record calon gubernur,” ungkap Dian.

Pendapat senada dikemukakan Direktur Marketing PT TelkomVision Gatot Bekti Haryono yang akan melihat track record dari keenam pasangan calon gubernur sebelum menjatuhkan pilihan di bilik pemungutan suara.

“Kita lihat track record dan janjinya or plan-nya logic atau tidak,” kata mantan petinggi Telkomsel yang akrab disapa dengan inisial GBH.

Pengusaha bisnis dan jasa seluler Franky Prionggo memastikan diri untuk mencoblos. “Sebagai warga yang baik, pasti ikut coblos.”

Janji calon keenam calon DKI 1? “Tentang janji Cagub, baru percaya 50 persen,” kata mantan petinggi Ericsson Indonesia sekaligus pionir bisnis pulsa elektrik.

Abi Hasantoso nyatakan mendukung Pemilukada DKI untuk memilih gubernur DKI, tapi no way untuk pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Alex Noerdin-Nono Sampono. Empat kandidat lain layak dipertimbangkan.

“Akan gunakan hak pilih selain Foke. Tidak percaya lagi janji Foke dan Alex Noerdin. Percaya janji kampanye empat kandidat lainnya,” ungkap juru bicara Liga Prima Indonesia via pesan singkat.

Pendapat Dian Purwaningrum layak disimak. Eksekutif di PT Indosat Tbk ini memastikan diri untuk nyoblos, tapi dia tidak percaya janji keenam pasangan calon DKI 1.

“Coblosnya iya donk, janjinya ndak percaya ah… Lihat bukti aja..,” ungkap mantan Manajer Humas Indosat.

Ada pula eksekutif di perusahaan swasta yang memilih sebagai ‘golongan putih’ alias Golput. Hamdan H, general manager penyelenggara jasa TV kabel memilih Golput.

“Sorry … Kalau saya pribadi golput karena sudah biasa, mereka tidak ada bukti,” ungkapnya via pesan singkat.

Pilihan serupa dinyatakan Vivanti Ayu Darmasasi, yang mengaku jera terhadap janji-janji para kandidat DKI 1. “Waduh? Gak nyoblos ah,” ungkap mantan pegawai PT XL Axiata.

Pandangan lebih ekstrim dilontarkan Kuntje Nasution yang berkarir di PT Telkom Tbk. Pria berdarah Sunda dan Batak ini memilih tidak mau tahu dengan Pemilukada DKI. “Nggak tuh, emang gua pikirin.”(gresnews.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s