ICW siapkan gerakan Saweran Untuk Gedung KPK. Ruhut: “Aku sedih tapi siap menyumbang”

Bitungnews – SAWERAN untuk Gedung KPK, itulah nama yang digagas Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk menggalang dana dari masyarakat untuk mendukung pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar Rp166 miliar. Selain bertujuan menyindir, ICW serius menggarap pengumpulan koin untuk mendukung pembangunan gedung senilai Rp166 miliar.

Koordinator Divisi Kampanye dan Penggalangan Dana ICW Illian Deta Arta Sari menyatakan nama yang dipilih adalah Saweran untuk Gedung KPK. Gagasan tersebut didukung banyak pihak di Jakarta maupun daerah melalui telepon dan media sosial serta sedang dipersiapkan mekanismenya.

“Kata saweran itu lebih merakyat dan mulai disiapkan mekanismenya oleh ICW. Sekaligus jawaban masyarakat yang muak pada korupsi di negeri ini,” kata Illian kepada gresnews.com di Jakarta, Senin (25/6).

Menurut Illian, banyak pihak dan kalangan maupun warga yang mendukung gagasan KPK dan tinggal mempersiapkan mekanismenya demi transparansi dan menjaga akuntabilitas.

Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul menyatakan dukungan terhadap gagasan publik maupun KPK untuk mengumpulkan koin bagi KPK. “Aku mendukung 100% walaupun aku anggota Komisi III DPR,” kata Ruhut, politisi Partai Demokrat via pesan singkat, Senin (25/6).

Menurut Illian, ICW berinisiatif melakukan penggalangan dana pembangunan gedung baru KPK setelah Komisi III DPR enggan mengabulkan permintaan anggaran pembangunan gedung baru yang diajukan Pimpinan KPK untuk kesekian kalinya dalam Rapat Kerja di DPR pekan lalu.

“Penggalangan koin bagi KPK adalah simbol penekanan secara sosial dan politik terhadap DPR dan ICW ikut bersama masyarakat,” ungkap Illian.

Menurut Illian, pengumpulan koin ini adalah ‘bahasa’ rakyat melawan tirani korupsi dan keengganan DPR mendukung KPK padahal dana tersebut sudah diminta sejak 2008. “Penolakan DPR adalah sandera terhadap KPK karena banyak politisi Senayan tersangkut korupsi dan ditahan KPK,” ungkap Illian.

Pendapat senada dikemukakan Ruhut Sitompul yang merasa malu terhadap penolakan koleganya di Komisi III DPR. “Aku sedih dengan kawan-kawan aku yang lupa dengan tugas DPR membuat undang-undang, anggaran dan pengawasan. Aku siap menyumbang untuk membangun gedung KPK,” tambah Ruhut.

Dia mengakui, KPK walaupun secara kelembagaan bersifat sementara tapi karena korupsi masih merajalela dan rakyat saat ini hanya percaya kepada KPK untuk berantas korupsi.(source: gresnews.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s